Jumat, 05 Desember 2014

Memperbaiki Lampu CFL Rusak (2)

Lanjutan dari :Dokter Lampu (1).
Pada rangkaian ballast elektronik dari merk-merk tertentu, elco tegangan tingginya hanya ada satu.
Biasanya elco ini malah jarang rusak karena mempunyai kwalitas yang baik dan dalam pola rangkaiannya elco yang hanya satu ini juga tidak dibebani sebagai bagian pelulus sinyal keluaran osilator.  Kerusakan lampu yang seperti ini justeru lebih sering terjadi karena putusnya heater pada tabung lampu.  Namun tetap saja tidak tertutup kemungkinan elco tegangan tingginya rusak.

skema cfl2

Pada gambar di atas tampak elco tegangan tinggi 2,2uF/400V.  Elco ini mungkin saja rusak, karena itu apabila ada keraguan lebih baik di-check saja.
Kerusakan elco pada skema rangkaian yang sejenis ini seringkali tidak ditandai dengan bentuk fisik elco yang menggembung, semuanya tampak baik-baik saja.  Setelah dilakukan pengecekan terhadap elco barulah diketahui bahwa sebetulnya elco tersebut sudah rusak.

Kerusakan juga bisa terjadi pada kedua transistor ”13001”.
Apabila tabung lampu bagus, elco tegangan tinggi juga masih bagus, maka kemungkinan besar kedua transistornya yang rusak.
Jika kerusakan sudah merambah kepada tingkat ini, biasanya orang ”malas” untuk meneruskan memperbaiki rangkaian ballast karena dipandang terlalu merepotkan dan tidak ekonomis.  Akan tetapi di sini tetap dipaparkan langkah-langkah perbaikannya meskipun pelaksanaannya adalah terserah kepada anda.
Transistor yang rusak parah akan tampak hangus atau pecah.   Jika terjadi kerusakan seperti ini, selain kedua transistor keempat dioda 1N4007 juga biasanya ikut rusak.  Gantilah kedua transistor dan check-lah dioda-dioda, yang rusak diganti dengan yang baik (tentang pengecekan dioda lihat dalam ”AVO Meter Dan Penggunaannya : Pengetesan Dioda”).  Elco 2,2uF/50V juga sebaiknya diganti.

Ada kalanya transistor rusak tanpa terlihat hangus atau pecah.  Pengecekan transistor perlu dilakukan dengan mencabutnya terlebih dahulu dari rangkaian (tentang pengecekan transistor lihat dalam ”AVO Meter Dan Penggunaannya : Pengetesan Transistor”).  Yang rusak diganti dan yang masih baik dikembalikan ke rangkaian.
Yang perlu diperhatikan adalah susunan kaki-kaki transistor 13001.  Perhatikanlah gambar berikut :

trans pin

Biasanya transistor type ini mempunyai susunan kaki e-b-c seperti terlihat pada gambar no.1.  Namun seringkali ditemukan susunan kakinya c-b-e seperti pada gambar no.2, dan seringkali juga ditemukan susunan kakinya e-c-b seperti pada gambar no.3.  Tampaknya transistor 13001 yang terpasang di lampu-lampu CFL (terutama yang buatan China) tidak mempunyai standard pola kaki yang pasti, ataukah transistor-transistor itu memang dibuat oleh produsennya seenak-enaknya saja menurut masing-masing selera...
Jika hendak mengganti transistor, pastikan apakah pola kaki transistor pengganti memang sama dengan pola kaki transistor yang diganti.  Jika tidak sama, posisikan transistor pengganti sedemikian rupa sehingga tetap tidak terjadi kekeliruan penempatan basis, emitor atau kolektornya.  Dalam hal ini perlu melihat kepada skema rangkaian, manakah yang tersambung ke basis, ke emitor, atau ke kolektor.

Dan kemungkinan terakhir kerusakan komponen pada rangkaian ballast elektronik adalah rusaknya kondensator antara dua heater.  Nilainya antara 102 (1nF) hingga 272 (2,7nF) dengan tegangan 400V.
Pada contoh skema di atas kondensator tersebut bernilai 222/400V.
Apabila semua komponen di-check masih baik tetapi lampu tidak menyala, checklah kondensator ini dengan AVO meter pada posisi Ohm x100k.

Tulisan sebelumnya : Dokter Lampu (1) 


Tulissan lain : 
Lampu Neon 
Neon 12V 


( Sandi Sb )
sndelektronik.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar